Koronavirus atau 2019 Novel Coronavirus adalah sebuah penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia yang sangat mematikan karna dapat menghilangkan nyawa pengidapnya.
Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Belakangan ini banyak sekali media yang memberitakan mengenai virus yang sangat membahayakan ini, begitu mematikan karna dapat merenggut nyawa pengidapnya. Virus yang membuat banyak orang di dunia ini sangat khawatir, pasalnya virus tersebut dapat menular hanya dengan kontak fisik, seperti penularan melalui sebuah benda objek, semprotan bersin orang yang mengidap penyakit tersebut bahkan ada yang media yang memeberitakan bahwa koronavirus ini bisa tertular hanya dengan melakukan kontak mata. Sungguh mengerikan bukan?
Gejalanya tidak jauh berbeda seperti flu pada umumnya. Seperti batuk, pilek, bersin atau penyumbatan di hidup, sampai sakit kepala, sakit tenggorokan, napas pendek dan bahkan mual, muntah dan diare. Tubuh pengidap koronavirus juga akan mengalami demam, nyeri di dada, kehilangan nafsu makan, badan terasa sakit dan panas dingin.
Korona virus pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir Desember 2019 dan kini mulai menyebar ke 21 Negara yakni; Jepang, Korsel, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Sri Langka, Nepal, Uni Emirat Arab, Australia, Kanada, AS, Jerman, Finlandia, Prancis, Italia, India, dan Filipina, termasuk negara kita, Indonesia.
Diberitakan oleh CNBC Indonesia yang mengutip dari Reuters data sebelumnya yang dirilis pemerintah China mengatakan total korban yang meninggal karena virus corona mencapai 213 orang.
"Ada 42 kematian tambahan pada hari Kamis, sehingga jumlah kematian di pusat coronavirus di Wuhan menjadi 204," tulis CNN International, mengutip pernyataan Otoritas kesehatan Hubei.
Dikatakan 45 kematian baru di provinsi Hubei, dan satu di kota Chongqing. Ada 2.102 infeksi baru yang dikonfirmasi di Cina pada siang hari, sehingga jumlah akumulasi menjadi 11.791.
Belum diketahui dengan pasti apa penyebab dari wabah mengerikan ini, WHO sendiri belum bisa memastikan bahwa hewan yang menularkan virus tersebut ke manusia, yang dipastikan kini virus tersebut adalah virus menular yang mematikan dan belum ada pengobatan yang efektif dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Dan sekarang WHO masih memantau perkembangan yang terjadi dan menerbitkan informasi penyakit ini.
Diberitakan oleh CNBC Indonesia yang mengutip dari Reuters data sebelumnya yang dirilis pemerintah China mengatakan total korban yang meninggal karena virus corona mencapai 213 orang.
"Ada 42 kematian tambahan pada hari Kamis, sehingga jumlah kematian di pusat coronavirus di Wuhan menjadi 204," tulis CNN International, mengutip pernyataan Otoritas kesehatan Hubei.
Dikatakan 45 kematian baru di provinsi Hubei, dan satu di kota Chongqing. Ada 2.102 infeksi baru yang dikonfirmasi di Cina pada siang hari, sehingga jumlah akumulasi menjadi 11.791.
Belum diketahui dengan pasti apa penyebab dari wabah mengerikan ini, WHO sendiri belum bisa memastikan bahwa hewan yang menularkan virus tersebut ke manusia, yang dipastikan kini virus tersebut adalah virus menular yang mematikan dan belum ada pengobatan yang efektif dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Dan sekarang WHO masih memantau perkembangan yang terjadi dan menerbitkan informasi penyakit ini.
Koronavirus rentan sekali menular kepada orang tua, orang sakit dan orang yang memiliki ketahanan tubuh lemah.
Pengobatan yang dapat dilakukan sekarang ini adalah memberikan obat demam dan pereda nyeri. Antibiotik tidak disarankan diberikan kepada pasien koronavirus. karena antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Koronavirus adalah virus, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit untuk Korona, Anda mungkin menerima antibiotik, karena infeksi sekunder bakteri mungkin terjadi., mandi air hangat dan menggunakan humidifier (semacam pelembab udara), banyak beristirahat dan banyak mengonsumsi air putih guna menjaga kadar cairan dalam tubuh.
Untuk mencegah penyakit ini menular ada baiknya pasien bersitirahat dan tidak berpergian ke cina, menggunakan masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer setiap selesai melakukan aktivitas, hindari kontak dengan hewan dan mencuci tangan setelah melakukan kontak fisik dengan hewan, tutup mulut dan hidung dengan tisu kemudian membuang tisu tersebut ke tempat sampah, tidak menyentuh daerah mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Penyebaran koronavirus ini belum diketahu seberapa luasnya. Oleh karena itu tetap waspada terhadap penularan virus yang menginfeksi pernapasan akut yang parah.
WHO sudah menetapkan Koronavirus sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia pada tanggal 30 Januari 2020. Namun sampai saat ini belum memberlakukan pembatasan perjalanan ke Cina. Namun demikian pelaku perjalanan ke Cina harus tetap waspada selama di Cina dengan menjaga kesehatannya, atau disarankan menunda perjalanan ke Cina karena risiko penyakit ini masih sangat tinggi di Cina.
Berikut adalah upaya Pemerintah Indonesia terhadap masuknya Koronavirus ke wilayah Indonesia:
Warga Negara Indonesia yang berada di Wuhan, Cina kini sudah di evakuasi dan akan segera dipulangkan negara Indonesia, tapi sebelumnya WNI akan diterapkan masa karantina selama 14 hari lamanya untuk mengantisipasi Koronavirus yang terjangkit pada WNI tersebut. Dikatakan bahwa WNI akan dikarantina di Natuna.
Berikut adalah upaya Pemerintah Indonesia terhadap masuknya Koronavirus ke wilayah Indonesia:
- Penyampaian Surat Edaran Dirjen P2P No. SR.0364/II/55/2020 tanggal 6 Januari 2020 mengenai Kesiapsiagaan dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia dari Negara Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia kepada Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/Kota, KKP, B/BTKL-PP, dan seluruh rumah sakit rujukan nasional dan regional.
- Penyampaian Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan No. YR.01.02/III/0027/2020 tanggal 7 Januari 2020 mengenai Kesiapsiagaan Rumah Sakit dalam Penanganan Penyakit Infeksi Emerging ke 100 rumah sakit rujukan flu burung, diikuti dengan penyampaian surat kepada rumah sakit rujukan flu burung untuk melakukan pendataan ulang terkait sumber daya yang ada di rumah sakit pada tanggal 15 Januari 2020.
- Penyiapan Pedoman Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Koronavirus yang meliputi deteksi, manajemen klinis, pemeriksaan laboratorium, dan komunikasi risiko.
- Melakukan press release, temu media, webinar, dan video conference terkait Koronavirus sebagai salah satu upaya komunikasi risiko kepada masyarakat.
- Pembuatan materi edukasi bagi masyarakat untuk disebarluaskan melalui berbagai media
- Penyiapan Laboratorium Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK) untuk dapat memeriksa spesimen yang diduga Koronavirus.
- Peningkatan pengawasan yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan di 19 daerah berisiko dengan mengaktifkan thermal scanner dan pemberian Health Alert Card (HAC) di terminal kedatangan internasional.
- Melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait
- Melakukan pembaharuan informasi terkait Koronavirus
Warga Negara Indonesia yang berada di Wuhan, Cina kini sudah di evakuasi dan akan segera dipulangkan negara Indonesia, tapi sebelumnya WNI akan diterapkan masa karantina selama 14 hari lamanya untuk mengantisipasi Koronavirus yang terjangkit pada WNI tersebut. Dikatakan bahwa WNI akan dikarantina di Natuna.

Komentar
Posting Komentar